Sunday, October 24, 2010

Ramlah binti Abu Sofyan

Ramlah binti Abu Sofyan dilahirkan dua puluh lima tahun sebelum hijrah atau kurang lebih tiga belas tahun sebelum Muhammad saw diangkat Rasul. Ayahnya adalah Shakhr bin Harb bin Umayyah yang dikenal sebagai Abu Sofyan. Ia adalah pembesar Quraisy yang terpandang pada masanya. Sedangkan ibunya bernama Saffiyyah binti Abul Ash, bibi Usman bin Affan.

Tahun demi tahun berlalu dengan cepat. Ramlah tumbuh menjadi gadis cantik yang dikagumi pemuda-pemuda Quraisy. Salah seorang di antara mereka adalah Ubaydillah bin Jahsy, pemuda bangsawan Quraisy yang tekun mempelajari ajaran Nabi Isa as dan selalu menyertai Waraqah bin Naufal, seorang pendeta nasrani. Ia melamar Ramlah. Lamaran itu diterima dan tak lama kemudian mereka menikah.

Beberapa waktu setelah pernikahan tersebut, Muhammad saw diangkat sebagai Rasul. Berita ini menyebar di kalangan masyarakat Quraisy. Ubaydillah menyambut seruan rasulullah dan menyatakan keimanannya karena ia mendengar Waraqah bin Naufal membenarkan kenabian Muhammad saw. Ramlah pun mengikuti jejak suaminya, memeluk Islam.

Saat Ramlah sedang mengandung, Rasulullah saw menyerukan kaum muslimin untuk berhijran ke Habasyah. Maka berangkatlah Ramlah dan suaminya menuju Habasyah. Ramlah melahirkan Habibah, anaknya di Habasyah. Sejak itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ummu Habibah.

Suatu malam, Ramlah terbagnun dari tidurnya. Ia bermimopi buruk tentang suaminya. Diriwayatkan dari Ismail bin As, Ummu Habibah berkata, aku melihat suamiku, Ubaydillah bin Jahsy dalam mimpi dengan penampilan yang sangat buruk. Aku terkejut kemudian berkata, demi Allah engkaua telah berubah!!

Pagi harinya, Ubaydillah bin Jahsy berkata, Ummu Habibah, aku berpikir tentang agama, dan menurutku tidak ada agama yang lebih baik dari agama nasrani. Aku memeluknya dulu. Kemudian aku bergabung dengan agama Muhammad, tetapi sekarang aku kembali memeluk Nasrani.・
Ramlah berkata, Demi Allah! Tidak ada kebaikan bersamamu! Kemudian diceritakanlah pada suaminya mimpi itu, tetapi Ubaydillah tak menghiraukannya. Ubaydillah kemudian menjadi peminum arak sampai akhir hayatnya.

Setelah Ubaydillah meninggal, Ramlah bermimpi Ubaydillah mendatangi dan memanggilnya Ummul Mukminin. Ramlah terkejut dan menafsirkan bahwa Rasulullah akan menikahinya.

Setelah berpisah dengan suaminya, Ramlah membesarkan anaknya sendirian di Habasyah. Peristiwa yang menimpa Ramlah didengar oleh Rasulullah saw. Setelah masa idah Ramlah selesai, Rasulullah meminta bantuan Negus, penguasa Negus, penguasa Habasyah untuk melamarkan Ramlah. Setelah membaca surat dari Rasulullah, Negus mengutus Abrahah, seorang budak perempuannya untuk menjumpai Ramlah. Ramlah menerima lamaran Rasulullah dengan mas kawin sebesar 400 dinar. Khalid bin Saad menjadi wali pernikahannya pada saat itu. Pernikahan itu terjadi sekitar tahun ketujuh hijrah.

Setelah kemenangan kaum muslimin dalam perang Khaibar, rombongan muhajirin dari Habasyah termasuk Ramlah kembali ke Madinah danmenetap bersama Rasulullah saw.

Ramlah selalu tegas dan teguh berpegang kepada Al Islam termasuk dalam menghadapi Abu Sofyan, bapaknya. Salah satu ucapana Ramlah kepada Abu Sofyan adalah, ayahku adalah Islam. Aku tidak mempunyai ayah selainnya, selama mereka masih membanggakan Bani Qais atau bani Tamim.・br />
Pada kesempatan lain, setelah perjanjian Hubaybiah, Abu Sofyan yang datang ke Madian untuk bertemu Rasulullah bertemu Ramlah. Saat itu Ramlah antara lain berkata, Allah telah menunjukkan Islam kepadaku. Ayah adalah pemimpin dan pembesar Quraisy. Apa yang membuat ayah enggan masuk Islam? Ayah menyembah berhala yang tidak mendengar dan tidak melihat.・
Beberapa tahun setelah berkumpul dengan Ramlah, Rasulullah saw meninggal dunia. Sepeninggal Rasulullah, Ramlah benar-benar menyibukkan diri dengan beribadah danberbuat kebaikan. Dia berpegang teguh dengan nasihat Rasulullah saw dan senantiasa berusaha mempersatukan kaum muslimin dengan kemampuannya sampai ia meninggal dunia pada tahun ke 46 Hijriah.

Srikandi Rabiah Al Adawiyah

Rabiah Al Adawiyah adalah seorang mistisi yang sangat tinggi darjatnya dan tergolong kelompok sufi periode awal. Ia memperkaya literatur Islam dengan kisah-kisah pengalaman mistiknya dalam sajak-sajak berkualitas tinggi.

Itu sebabnya Rabiah Al Adawiyah lebih dikenal sebagai pendiri agama cinta (mahabbah) dan ia pun dikenang sebagai ibu para sufi besar (The Mother of The Grand Master).

Beliau lebih dikenal dengan nama Rabiah Al Adawiyah,lahir pada tahun 713 M di Basrah (Irak), dari keluarga yang susah. Kedua orang tuanya meninggal ketika ia masih kecil. Begitu pula ketiga kakaknya, meninggal ketika wabah kelaparan melanda kota Basrah.

Dalam kesendirian itu, akhirnya Rabiah jatuh ke tangan orang yang kejam, yang lalu menjualnya sebagai budak belian dengan harga yang sangat murah. Majikan barunya pun tak kalah bengisnya dibandingkan dengan majiakn sebelumnya. Alhamdulillah dia akhirnya dibebaskan.

Setelah bebas, Rabiah pergi ke tempat-tempat sunyi untuk menjalani hidup dengan bermeditasi, dan akhirnya sampailah ia di sebuah gubuk dekat Basra. Disinilah ia hidup bertapa. Sebuah tikar, sebuah kendil dari tanah dan sebuah batu bata, adalah harta yang ia punyai dan teman dalam menjalani hidup kepertapaan.

Praktis sejak saat itu, seluruh hidupnya hanya ia abdikan pada Allah swt. Berdoa dan berdzzikir adalah hiasan hidupnya. Saking sibuknya mengurus akhirat, ia lalai dengan urusan duniawi, termasuk membangun rumah tangga. Meski banyak pinangan datang, termasuk dari gabenor Basra dan seorang suci mistis terkenal, Hasan Basri, Rabiah tetap tak tertarik untuk mengakhiri masa lajangnya. Hal ini ia jalani hingga akhir hayatnya pada tahun 801 M.

Dalam perjalanan kesufian Rabiah Al Adawiyah,kesendirian, kesunyian, kesakitan, hingga penderitaan tampak lumer jadi satu; ritme heroik menuju cinta kepada Sang Ada (The ultimate being). Tak heran jika ia 杜erendahkan manusia・dan mengabdi pada dorongan untuk meraih kesempurnaan tertinggi.
Ia jelajahi ranah mistik, yang jadi wilayah dalam dari agama, hingga mendapatkan eloknya cinta yang tidak dialami oleh kaum Muslim formal.

Menjadi sufi bagi Rabiah Al Adawiyah adalah terlalu dari sekedar Ada menjadi Benar-benar Ada・ Karena sedemikian dalamnya cintanya pada Allah, Rabiah Al Adawiyah sampai tidak menyisakan sejengkal pun rasa cintanya pada manusia. Syufyan Tsauri,s eorang sufi yang hidup semasa dengannya,s empat terheran-heran dengan sikap Rabiah. Pasalnya, Sufyah pernah melihat sendiri bagaimana Rabiah Al Adawiyah menolak cinta seorang pangeran yang kaya raya demi cintanya pada Allah. Dia tidak tergoda dengan kenikmatan duniawi, apalagi harta.

Cinta Rabiah tak dapat disebut sebagai cinta yang mengharap balasan. Justru, yang dia tempuh adalah perjalan mencapai ketulusan. Sesuatu yang diangap sebagai ladang subur bagi pemuas rasa cintanya yang luas, dan sering tak terkendali tersebut. Lewat sebuah doa yagn mirip syair, ia berujar:
tuhanku. Jika aku menyembahMu karena takut pada api neraka, maka masukkan aku di dalamnya! Dan jika aku menyembahMu karena tamak kepada surgaMu, maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembahMu karean kecintaanku kepadaMu, maka berilah aku kesempatan untuk melihat wajahMu yagn Maha Besar dan Maha Mulia itu.・/b>

Kendati demikianm, pengalaman Rabiah adalah pengalaman orang suci aygn sulit ditiru oleh awam. Memahami Rabiah Al Adawiyah sangat sulit. Seperti masa hidupnya, Rabiah tampaknya jauh dari kita. Selain itu, kesempurnaan yang mnyertainya tak mungkin dapat ditandingi oleh orang-orang biasa.

Apa yang dilakukan Rabiah dalam hidupnya sebetulnya adalah ikhtiar untuk membiasakan diri Bertemu・dengan pencipta-Nya. Di situlah ia memperoleh kehangatan, kesyahduan, kepastian dan kesejatian hidup. Karena itu menjadi pemuja Tuhan adalah obsesi Rabiah Al Adawiyah yang tidak pernah mengenal tepi dan batas. Tak heran jika dunia yagn digaulinya bebas dari perasaan benci. Seluruh hidupnya telah diberikan untuk sebuah cinta.

Rabiah Al Adawiyah wafat dengan meninggalakmn pengalaman sufistik yang tak terhingga artinya. Hikmah yagn ditinggalkan sangat berharga dan patut kita gali sebagai makrifat hidup. Menarik kita simak salah satu doa Rabiah yang dipanjatkan pada waktu larut malam, di atas atap rumahnya:

oh Tuhanku, bintang-bintang bersinar gemerlapan, manusia telah tidur nyenyak, dan raja-raja telah menutup pintunya. Tiap orang yang bercinta sedang asyik-masyguk dengan kesayangannya, dan disinilah aku sendirian bersama Engkau.・

Thursday, October 7, 2010

Alah!Perempuan Pakai Tudung Pun Perangai Buruk Nak Buat ApA?

Jawaban Untuk Statement “Alaah! Perempuan Pakai Tudung Pun Perangai Buruk Nak Buat Apa!”




As-Salaamu ‘alaikum…

Kebanyakan wanita bertudung atau yang sentiasa berusaha menjaga auratnya sering menghadapi perlian seperti di atas. Maka berikut adalah beberapa jawaban saya yang mungkin dapat membantu rakan-rakan muslimah bagi menjawab perlian tersebut. Saya letakkan dalam bentuk point supaya lebih mudah dan kelihatan ringkas.

1 – Kebaikan seseorang tidaklah dinilai berdasarkan akhlak, perangai, mahupun dressing semata-mata. Tapi, dinilai bermula dari dasar akidah dan keimanan seseorang itu kepada Allah. Dinilai mengikut seberapa usaha untuk mereka taat kepada Allah. Inilah aspek pertama yang sewajarnya kita tanamkan dalam diri masing-masing yang mengaku sebagai muslim.

2 – Suruhan pemakaian tudung dan menutup aurat bukanlah untuk fesyen atau suka-suka. Tapi adalah kerana ianya merupakan perintah Allah. Berakhlak baik juga merupakan suruhan dan tuntutan sebagai muslim. Tidak kira siapa saja insan yang bergelar muslim, maka dia wajib menutup aurat seperti yang diperintahkan dan berusaha memiliki akhlak yang baik.

3 – Setiap muslim itu tidak terlepas dari setiap kewajibannya. Biarpun anda seorang pembunuh, perompak, penyamun, penzina, mahupun kaki lepak. Anda sebenarnya tidak pernah terlepas untuk menunaikan kewajiban bersolat! Sekiranya anda telah sah muslim. Jangan ingat andai anda seorang yang jahat, maka anda terlepas dari kewajiban solat? Sungguh tidak sama sekali. Jika anda jahat (eg. Pembunuh, perompak…) sekalipun, anda tetap wajib jalankan perintah Allah, bahkan wajib segera tinggalkan kejahatan anda tersebut. Begitu jugalah dengan kewajiban bertudung! Biarpun anda seorang yang jahat dalam hal yang lain, jangan ingat anda patut tinggalkan penutupan aurat. Anda tidak pernah terlepas dari kewajiban itu, walaupun anda menganggap diri anda masih tidak layak bertudung… sungguh, itu semua hanya imaginasi sampah anda sahaja.

4 – Perangai yang tidak baik adalah kesalahan. Tidak menutup Aurat juga satu kesalahan. Jika anda tinggal dua-dua (tutup aurat dan berakhlak baik), anda telah lakukan dua kesalahan. Jadi, berusahalah untuk lakukan dua-dua.

5 – Mereka yang mengatakan statement “Alaah! Perempuan Pakai Tudung Pun Perangai Buruk!”, Sebenarnya, akhlak andalah yang rosak. Malahan ditambah dengan satu lagi kerosakan, iaitu kerosakan minda dan jiwa. Anda sebenarnya telah memperlekehkan hukum Allah. Anda juga telah memperlekehkan insan yang sedang berusaha mentaati perintah Allah (dalam bab tutup Aurat). Apakah anda perasan bahawa anda sudah lebih baik berbanding insan yang menutup aurat tersebut apabila anda berani melafazkan kalimat keji seperti itu, sedangkan anda sendiri membiarkan aurat anda terbuka?! Kenapa anda mencerca insan yang berusaha untuk memakai pakaian yang disarankan oleh Allah? Apakah pakaian anda sudah lebih baik berbanding apa yang telah Allah tetapkan? Anda mahu lawan Tuhan?

6 – Penilaian baik dan buruk, atau cantik dan tidak cantik… semuanya adalah tidak muktamad pada kacamata hati dan fikiran manusia. Tetapi, ia mestilah berpandukan kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Kita tiada hak sedikitpun dalam menetapkan syari’at2 tertentu di dalam agama dan kehidupan ini. Bahkan, kitalah yang wajib menundukkan hati kita kepada-Nya. Allah berhak menetapkan segalanya. Allah juga sebenarnya telah amat banyak memberikan kelongaran kepada kita. Namun, kebanyakan manusia itu sahaja yang sememang tabiatnya gemar melampaui batas. Berbahagialah kepada sesiapa yang berusaha sedaya upaya dalam mentaati Allah.

7 – Adakah, manusia yang gagal dalam sesuatu ketaatan itu wajar meninggalkan ketaatan yang lainnya juga? Adakah manusia yang bergelar pembunuh itu wajar meninggalkan solatnya? Adakah insan yang belum sempurna akhlaknya itu tidak sepatutnya menutup aurat? Adakah mereka orang yang tidak cukup puasanya itu tidak perlu membayar zakat? Saya katakan… anda siapa untuk mengatakan mereka tidak layak? Bahkan, solat itu tuntutan ke atas seluruh umat Islam. Begitu juga penutupan aurat.

8 – Sewajarnya, dalam keadaan seperti ini… kita sewajarnya saling nasihat-menasihati. Agar dapat menambahkan kesempurnaan diri dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. Melainkan ada kerosakan di dalam hati dan jiwanya, pasti tindakannya hanya mahu memberontak dan tidak senang dengan orang lain dan terhadap apa yang diturunkan oleh Allah kepada-Nya. Ketahuilah, wujudkah manusia yang benar-benar sempurna?

Ayuh, bersegeralah kita kepada syurga Allah. Burulah redha Allah dengan ilmu yang sahihah!

"Sesiapa yang memakai pakaian demi kemasyhuran, maka Allah akan memakaikannya pada hari Qiamat yang semisal, kemudian membakarnya dengan api neraka (Sunan Abu Daud: 4029. Di-nilai hasan oleh al-Albani)

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (al-A’raaf 7: 26)

Al-Faqir illallah Nawawi Bin Subandi as-Salafy wal-Atsary
http://an-nawawi.blogspot.com/

(Dipetik drpd My Space seorang sahabat...)

Aku Tak Berzina..!!

Ya Allah, Lindungilah aku daripada zina..
..................................................................................
Artikel ni agak sedikit panjang, harap dapat membacanya sehingga habis..
Semoga bermanfaat buat kita semua..^_^





Kami Tidak berzina!..

Maaf saya tidak menuduh awak berzina,tetapi awak menghampiri zina.…..

Kami hanya barbual-bual, berbincang,. Bertanya khabar, minum-minum di kafe. Adakah itu menghampiri zina?

Ya, perbuatan itu boleh menjerumuskan pelakunya ke lembah penzinaan……

Kami dapat mengawal perasaan dan kami tidak berniat ke arah itu…..

Hari ini ya.Esok mungkin kamu kecundang.Iblis akan memerangkap kamu.Iblis amat berpengalaman dan tipu dayanya sangat halus…. Ia telah menipu moyang kita yang pertama,Adam dan Hawa. Iblis amat licik.
Ingat pesanan Rasulullah : “Janganlah engkau bersendirian dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya ,syaitan”(Tabrani) .

Kita lemah menghadapi tipu daya Iblis Tidak semestinya semua orang bercinta menjurus kepada penzinaan. Ada yang bercinta dalam telefon dan hantar SMS sahaja.

Tidak pernah bersua muka pun!

Betul .Tetapi itu adalah salah satu yang dimaksudkan dengan menghampiri zina. Memang pada awalnya tidak bersua muka. Tapi perasaan pasti bergelora,lambat laun desakan nafsu dan perasaan serta hasutan Iblis akan mengheret kepada suatu pertemuan. Pertemuan pertama tidak akan terhenti disitu sahaja. Percayalah, ia akan berlanjutan. Tidakkah itu boleh membawa kepada perzinaan akhirnya?

Takkan nak berbual-bual pun tak boleh? Itupun zina ke?

Zina ada bermacam-macam jenis dan peringkatnya, ada zina betul, ada zina tangan iaitu berpegang pegangan, ada zina mata iaitu melihat kekasih dengan perasaan berahi. Zina hati iaitu dengan khayalan berahi dengan kekasih sepertimana yang digambarkan oleh Rasulullah :
“Kedua-dua tangan juga berzina dan zinanya adalah menyentuh. Kedua kaki juga berzina dan zinanya menuju ke tempat pertemuan. Mulut juga berzina dan zinanya adalah ciuman” (muslim dan Abu Daud).
Sebenarnya jalan menuju kepada perzinaan amat banyak…. Jangan biarkan diri kita melalui mana-mana jalan perzinaan…..

Duduk berdiskusi pelajaran tak boleh ke? Bincang pelajaran sahaja!(bagi kes belajar berdua-duaan SAHAJA)

Berdiskusi pelajaran, betul ke? Jangan tipu. Allah tahu apa yang terselit di dalam hati hamba-hambaNya. Kita belajar nak keberkatan. Kalau cemerlang sekalipun, kalau tidak diberkati oleh Allah, kejayaan tidak akan membawa kebahagiaan. Hidup di dunia tidak bahagia,akhirat lagi lah. Jangan berselindung disebalik pelajaran yang mulia. Allah suka kepada orang berilmu. Jadi belajar hendaklah ikut batas dan ketentuan Allah. Belajar akan jadi ibadat. Adakah berdiskusi macam ni akan ditulis oleh malaikat Raqib dan Atid.

Sungguh! Bincang pelajaran sahaja….. Ni Study Group.(bagi kes berdua-duaan SAHAJA)

Study Group...?Nampak lain macam saja, manja, senyum memanjang, tak macam gaya berdiskusi. Takkan study group berdua sahaja? Kemana-manapun berdua. Kalau ye pun, carilah group study ramai sikit. Kalau duduk berdua-duaan macam ni… betul ke bincang pelajaran? ….Jangan-jangan sekejap saja bincang pelajaran, yang lain tu... banyak masa dihabiskan dengan fantasi cinta!

Tidaklah. Sungguh berbincang pelajaran.

Baik sungguh awak berdua. Takkanlah awak berdua tak ada perasaan apa-apa? Awak kurang sihat ke? Ingat, kita bukan malaikat, tak ada nafsu. Kita manusia. Jangan menafikan fitrah manusia. Kita ada nafsu, ada keinginan. Itulah manusia.

Kami berdua sama-sama belajar, study group, saling memberi semangat dan motivasi.

Tak adakah kaum sejenis yang boleh dijadikan rakan belajar? Habis sudahkah kaum sejenis yang boleh memberikan motivasi? Jangan hina kaum sejenis kita. Ingat, banyak orang cemerlang yang belajar hanya dengan kaum sejenis. Lebih tenang perasaan, tidak terganggu, dapat berkat dan rahmat pula.

Takkanlah tak ada langsung ruang yang dibenarkan dalam Islam untuk bercinta? Adakah Islam membunuh terus naluri cinta?

Naluri adalah sebahagian daripada kesempurnaan kejadian manusia. Naluri ingin memiliki dan suka kalau dimiliki (sense of belonging) adalah fitrah. Kalau naluri itu tidak wujud pada diri seseorang, tak normal namanya. Islam bukan datang membunuh naluri dan keinginan itu, tidak! Islam tidak suruh membunuh naluri seperti yang dilakukan oleh para paderi atau sami. Jangan nafikan naluri ini. Jangan berbohong pada diri sendiri. Bukan salah dan berdosa kalau perasaan itu datang tanpa diundang. Itu adalah fitrah. Cuma tundukkan naluri itu untuk patuh pada perintah Allah. Jadilah manusia yang sihat nalurinya. Jangan jadi malaikat! Kerana Allah jadikan kita sebagai manusia. Dunia dan segala isinya akan hambar tanpa naluri atau nafsu. Tentu ada cinta secara Islam. Cinta secara Islam hanya satu, iaitu perkahwinan. Cinta berlaku setelah ijab kabul, cinta selepas kahwin. Itulah cinta sacral dan qudus. Cinta yang bermaruah. Bukan cinta murahan. Inilah kemuliaan Islam. Apabila Islam menegah sesuatu perkara, tentu ia gantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Jika ia menegah cinta antara lelaki dan perempuan sebelum kahwin, ia membawa perkahwinan sebagai ganti yang lebih baik.

Sabda Rasulullah :
“Tidak ada yang lebih patut bagi dua orang yang saling mencintai kecuali nikah” (Ibnu Majah) Cinta adalah maruah manusia. Ia telalu mulia.

Kalau begitu, cinta remaja semua menghampiri kepada penzinaan?

Ya, kalau lelaki dan perempuan bertemu tentu perasaan turut terusik. Kemudian perasaan dilayan. Kemudian teringat, rindu. Kemudian diatur pertemuan. Kemudian duduk berdua-dua. Kemudian mencari tempat sunyi sedikit. Kemudian berbual panjang sehingga malam gelap. Hubungan makin akrab, dah berani pegang tangan, duduk makin dekat. Kalau tadi macam kawan, sekarang macam pengantin baru semalam bukankah mereka semakin hampir dengan penzinaan? Berapa ramai orang yang bercinta telah sampai kepada daerah penzinaan dan kesengsaraan. Kasihanilah diri dan ibu bapa yang melahirkan kita dalam keadaan putih bersih tanpa noda daripada seekor nyamuk sekalipun!

Masih ramai orang yang bercinta tetapi tetap selamat tidak sampai berzina. Kami tahan diuji..

Allah yang menciptakan manusia, Dia tahu kekuatan dan kelemahan manusia. Manusia tidak tahan ujian. Oleh itu Allah memerintahkan supaya jauhi perkara yang ditegah takut manusia akan kecundang.

Jadi manusia itu tidak tahan diuji? …

Kita manusia dari keturunan Adam dan Hawa, sejak dari awal penciptaan manusia. Allah takdirkan satu peristiwa untuk iktibar manusia.Allah tegah Adam dan Hawa supaya tidak memakan buah khuldi dalam syurga. Buah yang lain boleh makan. Allah tahu kelemahan pada ciptaan manusia. Tidak tahan diuji. Oleh itu Allah berpesan kepada Adam dan Hawa, jangan menghampiri pokok khuldi itu.

Firman Allah:
“Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu di dalam syurga serta makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa yang kamu sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini. (jika kamu menghampirinya) maka kamu adalah orang-orang yang zalim” (al-Araf:19)

Tegahan yang sebenarnya adalah memakan buah khuldi. Jika menghampiri perkara tegahan, takut nanti mereka akan memakannya. Demikianlah dengan zina. Ditegah berzina. Maka jalan ke arah penzinaan juga dilarang. Takut apabila berhadapan dengan godaan zina, kedua-duanya akan kecundang.Cukuplah kita belajar daripada pengalaman nenek moyang kita Adam dan Hawa.
Tetapi cinta selepas kahwin banyak masalah. Kita tak kenal pasangan kita secara dekat.
Bercinta adalah untuk mengenal hati budi pasangan sebelum buat keputusan berkahwin. Bolehkah percaya dengan perwatakan masa sedang bercinta? Bercinta penuh dengan lakonan yang dibuat-buat dan kepura-puraan. Masing- masing akan berlakon dengan watak terbaik. Penyayang, penyabar, pemurah dan berbagai- bagai lagi. Masa bercinta merajuk ada yang pujuk. Jangan harap lepas kahwin, bila merajuk akan ada yang pujuk. Banyak orang yang kecewa dan tertipu dengan keperibadian pasangan semasa bercinta. Perangai pasangan jauh berbeza. Macam langit dan bumi. Masa bercinta, dia seorang yang amat penyayang, penyabar, sabar tunggu pasangan terlambat sampai berjam-jam. Tapi bila dah kahwin, lewat lima minit, dah kena tengking. Jadi, perwatakan dalam masa bercinta tidak boleh dipercayai. Percintaan adalah suatu kepuraan atau hipokrit.

Percayalah, kami bercinta demi merancang kebahagian hidup nanti…..

Bagaimana diharap kebahagiaan jika tidak mendapat redha Allah? Kebahagiaan adalah anugerah Allah kepada hamba-hambaNya yang terpilih. Kebahagiaan bukan ciptaan manusia……Manusia hanya merancang kebahagiaan. Allah yang menganugerahkannya. Bagaimana mendapat anugerah kebahagiaan itu, jika jalan mencapai kebahagiaan itu tidak diredhai Allah. Kebahagiaan hidup berumah tangga mestilah melalui proses yang betul. Sudah tentu prosesnya bukan bercinta begini, Allah tidak meredhai percintaan ini. Cinta yang diredhai Allah adalah cinta selepas kahwin. Bagaimana untuk mendapat keluarga yang bahagia jika langkah mula sudahpun canggung, bagaimana kesudahannya?

Tanya sikit,.. adik angkat, kakak angkat, abang angkat boleh ke?

Ganti bercinta Semua itu adalah perangkap iblisdan syaitan. Hakikatnya adalah sama. Cinta yang diberi nafas baru. Kulitnya nampak berlainan, tetapi isinya adalah sama. Adik angkat, kakak angkat, abang angkat adalah suatu bentuk tipu daya iblis dan syaitan. Manusia yang terlibat dengan budaya angkat ini sebenarnya telah masuk dalam perangkap syaitan. Cuma menunggu masa untuk dikorbankan. Namakan apa nama sekalipun, abang angkat ke, motivator ke, semuanya adalah sama. Jalan akhirnya akan bertemu dengan zina. Jadi seolah-olah orang yang bercinta telah hilang maruah diri? Mengukur maruah diri bukan ditentukan oleh manusia tetapi oleh Pencipta manusia.Orang yang sedang mabuk bercinta akan mengatakan orang yang bercinta tidak menjejaskan maruah dirinya. Manakala, bagi orang yang menjaga diri, tidak mahu terlibat dengan cinta sebelum kahwin, akan mengatakan orang yang bercinta sudah tidak bermaruah lagi. Cintanya ditumpahkan kepada orang yang belum layak menerima cinta suci. Kalau begitu ukuran bermaruah atau tidak adalah ditentukan oleh Allah.

Adakah orang yang bercinta hilang maruah?

Antara kemulian manusia adalah maruah dirinya. Orang yang bercinta seolah-olah cuba menggadaikan maruahnya kerana mereka menghampiri perzinaan. Manakala orang yang bercinta dan pernah berzina tidak layak berkahwin kecuali dengan orang yang pernah berzina.
Allah berfirman:
“Lelaki yang berzina (lazimnya) tidak ingin berkahwin melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik; dan perempuan yang berzina itu pula tidak ingin berkahwin dengan melainkan oleh lelaki yang berzina atau lelaki musyrik. Dan perkahwinan yang demikian itu terlarang kepada orang-orang yang beriman. (Surah An-Nur: 3)
Jadi, orang yang pernah bercinta juga tidak sesuai untuk berkahwin dengan orang yang tidak pernah bercinta. Tidakkah itu suatu penghinaan dari Tuhan.

Jadi orang yang bercinta hanya layak berkahwin dengan orang yang pernah bercinta juga?
Itulah pasangan yang layak untuk dirinya. Kerana wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik.

Kami telah berjanji sehidup semati .

Apa ada pada janji cinta? Berapa banyak sudah janji cinta yang musnah? Lelaki, jangan diharap pada janji lelaki. Mereka hanya menunggu peluang keemasan sahaja. Habis madu, sepah dibuang. Pepatah itu diungkap kerana ia sering berulang sehingga menjadi pepatah.

Si dia ini lain dari yang lain. Dia lelaki yang penyayang dan bertanggungjawab.

Tahukah hati budi lelaki? Sejahat mana lelaki, apabila ingin mengambil seseorang wanita sebagai isteri dan seterusnya menjadi ibu untuk anak-anaknya, dia akan memilih wanita yang baik. Tetapi untuk berseronok dan berfoya-foya, lelaki biasanya akan memilih perempuan murahan kerana ia suatu pelaburan yang menguntungkan. Itulah rahsia lelaki.

Jadi, perempuan yang bercinta, jatuh maruahnya pada pandangan lelaki?(tidak mengikut syariat)

Tentu. Mana ada orang lelaki yang normal suka pada barang yang second hand sedangkan barang yang baru masih ada. Sesetengah mereka menggambarkan perempuan seperti kereta yang diletakkan di bilik pameran sahaja.Tapi ada orang yang boleh test drive. Ada pula yang kata; sekadar sepinggan mee goreng dan segelas sirap bandung, bawalah ke hulu, ke hilir. Sedihkan. Itulah hakikatnya.

Masih adakah orang yang tidak bercinta di zaman ini?

Ya, masih ada orang suci dalam debu. Golongan ini akan sentiasa ada walaupun jumlah mereka kecil. Mereka akan bertemu suatu hari nanti. Mereka ada pasangannya.
Firman Allah:
“Dan orang-orang lelaki yang memelihara kehormatannya serta orang-orang perempuan yang memelihara kehormatannya (yang memelihara dirinya dari melakukan zina)... Allah telah menyediakan bagi mereka segala keampunan dan pahala yang besar” (Surah Al-Ahzab: 35)

Bagaimana kami?

Kamu masih ada peluang. Bertaubatlah dengan taubat nasuha. Berdoalah serta mohon keampunan dariNya. Mohonlah petunjuk dan kekuatan untuk mendapat redhaNya.
Kami ingin mendapat redha Tuhan. Tunjukkanlah bagaimana taubat nasuha.

Taubat yang murni. Taubat yang sebenar-benarnya. Taubat yang memenuhi tiga syarat:

1. Tinggalkan perbuatan maksiat. Putuskan hubungan cinta yang tidak diredhai Allah ini.
2. Menyesal. Menginsafi diri diatas tindak tanduk hidup yang menjurus diri dalam percintaan.
3. Berazam. Bertekad didalam hati tidak akan bercinta lagi dengan sesiapa kecuali dengan seseorang yang bernama isteri atau suami .Saatnya adalah selepas ijab kabul. Ingatlah semakin bebas pergaulan sebelum berkahwin, semakin hambar & kurang rasa cinta setelah menjadi suami isteri.

Ya Allah. Hambamu ini telah tersesat jalan. Ampunilah dosa-dosa hambamu ini. Sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan penerima taubat . Berilah kekuatan kepadaku untuk menghadapi godaan keremajaan ini. Anugerahkan kepadaku perasaan benci kepada maksiat. Hiasilah diriku dengan akhlak yang mulia. Ibu dan ayah, anakmu berdosa . Engkau jaga diriku sedari kecil dengan kasih sayang. Mengapaku curahkan kasih itu kepada orang lain. Oh Tuhan, hambamu ini berdosa Amin , yarabbal alamin. Moga Allah terima taubat kita Kita berpisah kerana Allah , kalau ada jodoh ,tidak kemana!

Ya Allah bantulah kami .Kini kami datang kepintuMu mencari redha-Mu. Terimalah taubat kami.



sabda Nabi s.a.w..
“sampaikan pesanku walau 1 ayat”

Ketika Berada Di Luar Rumah...

Tadi ada terbaca satu artikel di satu laman web nieyh.. Astaghfirullah.Banyak perkara tentang batas2 wanita ketika di luar rumah..Kadang tanpa sedar, kita telah lakukan dosa tersebut..Ya Allah, Ampunlah hambamu ini...

Ini sedikit perkongsian artikel tersebut buat teman2 perjuangan..

....................................................................................




Apabila engkau berjalan bersama saudaramu ataupun temanmu sesama wanita sementara di sana ada lelaki, maka tahanlah untuk berbicara, bukan karena suara wanita itu aurat namun karena kekhawatiran lelaki akan terfitnah ketika mendengar suara wanita. Bila terpaksa berbicara dengan lelaki (yang bukan mahrammu), berbicaralah dengan wajar tanpa mendayu-dayu dan melembut-lembutkan suaramu. Demikianlah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan dalam firman-Nya:

فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا

“Maka janganlah kalian melembut-lembutkan suara3 ketika berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab: 32)

Bila jarak perjalanan yang ditempuh adalah jarak safar maka engkau harus didampingi mahrammu karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ

“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali bersama mahramnya.” (HR. Muslim no. 1341)

Tundukkanlah pandangan matamu, jangan melemparkannya ke kiri dan ke kanan kecuali bila ada kebutuhan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat: Hendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka…” (An-Nur: 31)