Wednesday, March 24, 2010
Ingin Bermimpi Nabi Muhammad s.a.w.
Oleh : Ustadz Husin Nabil bin Najib Assegaf
Seorang murid berjalan menuju rumah syaikhnya. Tampak di wajahnya sedang menginginkan sesuatu. Ketika sampai di rumah syaikhnya, dia duduk bersimpuh beradab di hadapan sang syaikh tak bergeming sedikitpun. Kemudian dengan wajah dan suara yang berwibawa itu, bertanyalah syaikh kepada muridnya,
“Apakah yang membuatmu datang kepadaku di tengah malam begini?”
Dijawabnya dengan suara yang halus,
“Wahai syaikh, sudah lama aku ingin melihat wajah Nabiku SAW walau hanya lewat mimpi, tetapi keinginanku belum terkabul juga.”
“Ooh…itu rupanya yang kau inginkan. Tunggu sebentar,” jawab syaikh.
Dia mengeluarkan pena, kemudian menuliskan sesuatu untuk muridnya.
“Ini…bacalah setiap hari sebanyak seribu kali. Insya Allah kau akan bertemu dengan Nabimu.”
Pulanglah murid membawa catatan dari sang syaikh dengan penuh harapan ia akan bertemu dengan Nabi SAW.
Tetapi setelah beberapa minggu kembalilah murid ke rumah syaikhnya memberitahukan bahwa bacaan yang diberikannya tidak berpengaruh apa-apa. Kemudian syaikh memberikan bacaan baru untuk dicobanya lagi.
Sayangnya beberapa minggu setelah itu muridnya kembali lagi memberitahukan kejadian yang sama. Setelah berdiam beberapa saat, berkatalah sang syaikh,
“Nanti malam engkau datang ke rumahku untuk aku undang makan malam.”
Sang murid menyetujui permintaan syaikhnya dengan penuh keheranan. Dia ingin bertemu Nabi, tetapi kenapa diundang makan malam. Karena dia termasuk murid yang taat, dipenuhinyalah permintaan syaikhnya itu.
Datanglah ia ke rumah syaikhnya untuk menikmati hidangan malamnya. Tenyata syaikh hanya menghidangkan ikan asin saja dan memerintahkan muridnya untuk menghabiskannya.
“Makan, makanlah semua dan jangan biarkan tersisa sedikitpun!”
Maka sang muridpun menghabiskan seluruh ikan asin yang ada. Setelah itu ia merasa kehausan karena memang ikan asin membuat orang haus. Tetapi ketika ingin meneguk air yang ada di depan matanya, sang syaikh melarangnya,
“Kau tidak boleh meminum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau akan tidur di rumahku!” kata sang syaikh.
Dengan penuh keheranan diturutinya perintah syaikh tadi. Tetapi di malam hari ia susah untuk tidur karena kehausan. Ia membolak-balikkan badannya, hingga akhirnya tertidur karena kelelahan. Tetapi apa yang terjadi?. Ia bermimpi bertemu syaikhnya membawakan satu ember air dingin lalu mengguyurkan ke badannya. Kemudian terjagalah ia karena mimpi itu seakan-akan benar-benar terjadi pada dirinya. Kemudian ia mendapati syaikhnya telah berdiri di hadapannya dan berkata,
“Apa yang kau mimpikan?”
Dijawab olehnya,
“Syaikh, aku tidak bermimpi Nabiku SAW. Aku memimpikanmu membawa air dingin lalu mengguyurkan ke badanku.”
Tersenyumlah sang syaikh karena jawaban muridnya. Kemudian dengan bijaksana ia berkata,
“Jika cintamu pada Nabi seperti cintamu pada air dingin itu, kau akan bermimpi Nabimu SAW.”
Menangislah sang murid dan menyadari bahwa di dalam dirinya belum ada rasa cinta kepada Nabi. Ia masih lebih mencintai dunia daripada Nabi. Ia masih meninggalkan sunnah-sunnahnya. Ia masih menyakiti hati umat Nabi. Ia masih…masih…masih…..
“Ooh berapa banyak tenaga yang harus aku keluarkan untuk bertemu Nabiku. Aku sadari Nabiku bukan sesuatu yang murah dan mudah untuk dipetik atau dibeli dengan uang. Aku hanya berharap semoga Nabiku mendengar keluhan yang keluar dari hatiku ini dan menjemputku walau di dalam mimpi.”
Seorang murid berjalan menuju rumah syaikhnya. Tampak di wajahnya sedang menginginkan sesuatu. Ketika sampai di rumah syaikhnya, dia duduk bersimpuh beradab di hadapan sang syaikh tak bergeming sedikitpun. Kemudian dengan wajah dan suara yang berwibawa itu, bertanyalah syaikh kepada muridnya,
“Apakah yang membuatmu datang kepadaku di tengah malam begini?”
Dijawabnya dengan suara yang halus,
“Wahai syaikh, sudah lama aku ingin melihat wajah Nabiku SAW walau hanya lewat mimpi, tetapi keinginanku belum terkabul juga.”
“Ooh…itu rupanya yang kau inginkan. Tunggu sebentar,” jawab syaikh.
Dia mengeluarkan pena, kemudian menuliskan sesuatu untuk muridnya.
“Ini…bacalah setiap hari sebanyak seribu kali. Insya Allah kau akan bertemu dengan Nabimu.”
Pulanglah murid membawa catatan dari sang syaikh dengan penuh harapan ia akan bertemu dengan Nabi SAW.
Tetapi setelah beberapa minggu kembalilah murid ke rumah syaikhnya memberitahukan bahwa bacaan yang diberikannya tidak berpengaruh apa-apa. Kemudian syaikh memberikan bacaan baru untuk dicobanya lagi.
Sayangnya beberapa minggu setelah itu muridnya kembali lagi memberitahukan kejadian yang sama. Setelah berdiam beberapa saat, berkatalah sang syaikh,
“Nanti malam engkau datang ke rumahku untuk aku undang makan malam.”
Sang murid menyetujui permintaan syaikhnya dengan penuh keheranan. Dia ingin bertemu Nabi, tetapi kenapa diundang makan malam. Karena dia termasuk murid yang taat, dipenuhinyalah permintaan syaikhnya itu.
Datanglah ia ke rumah syaikhnya untuk menikmati hidangan malamnya. Tenyata syaikh hanya menghidangkan ikan asin saja dan memerintahkan muridnya untuk menghabiskannya.
“Makan, makanlah semua dan jangan biarkan tersisa sedikitpun!”
Maka sang muridpun menghabiskan seluruh ikan asin yang ada. Setelah itu ia merasa kehausan karena memang ikan asin membuat orang haus. Tetapi ketika ingin meneguk air yang ada di depan matanya, sang syaikh melarangnya,
“Kau tidak boleh meminum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau akan tidur di rumahku!” kata sang syaikh.
Dengan penuh keheranan diturutinya perintah syaikh tadi. Tetapi di malam hari ia susah untuk tidur karena kehausan. Ia membolak-balikkan badannya, hingga akhirnya tertidur karena kelelahan. Tetapi apa yang terjadi?. Ia bermimpi bertemu syaikhnya membawakan satu ember air dingin lalu mengguyurkan ke badannya. Kemudian terjagalah ia karena mimpi itu seakan-akan benar-benar terjadi pada dirinya. Kemudian ia mendapati syaikhnya telah berdiri di hadapannya dan berkata,
“Apa yang kau mimpikan?”
Dijawab olehnya,
“Syaikh, aku tidak bermimpi Nabiku SAW. Aku memimpikanmu membawa air dingin lalu mengguyurkan ke badanku.”
Tersenyumlah sang syaikh karena jawaban muridnya. Kemudian dengan bijaksana ia berkata,
“Jika cintamu pada Nabi seperti cintamu pada air dingin itu, kau akan bermimpi Nabimu SAW.”
Menangislah sang murid dan menyadari bahwa di dalam dirinya belum ada rasa cinta kepada Nabi. Ia masih lebih mencintai dunia daripada Nabi. Ia masih meninggalkan sunnah-sunnahnya. Ia masih menyakiti hati umat Nabi. Ia masih…masih…masih…..
“Ooh berapa banyak tenaga yang harus aku keluarkan untuk bertemu Nabiku. Aku sadari Nabiku bukan sesuatu yang murah dan mudah untuk dipetik atau dibeli dengan uang. Aku hanya berharap semoga Nabiku mendengar keluhan yang keluar dari hatiku ini dan menjemputku walau di dalam mimpi.”
Posted by Nuraisyah at 7:12 AM 0 comments
Thursday, March 18, 2010
Hati
Hati,
Kemana ia pergi,
Langkah longlai,
Mengharap bantuan MU Ya Tuhan.
Allahurabbi,
Aku ingin melangkah,
Ke satu daerah,
Di mana hati ku hanya ku serahkan padaMU
Ya Rabbana,
Aku tersasar, langkah tempang, merangkak di alam semesta,
Bagaimana aku mahu serahkan hatiku pada-Mu ya Tuhan,
Posted by Nuraisyah at 12:10 AM 0 comments
Wednesday, March 10, 2010
Kematian
Setiap manusia pasti akan di panggil Allah.
Sudah banyakkah amal kita untuk bertemu Allah..?
Sudah bersediakah kita untuk bertemu Allah..?
Berapa banyak dosa yang kita lakukan..? Berapa banyak maksiat kita lakukan..?
Astafighrullahal’adzim..
Ingatlah mati, ingatlah sakit, ingatlah saat kita sulit.. Ingatlah hidup di dunia cuma sekali..
Pandanglah ke sana, lihat lah mereka yang terbaring di tanah..
Bukankah mereka pernah hidup juga..?
Kita juga akan menyusul mereka..
Mungkin sebentar lagi, hari ini, esok, lusa atau bila-bila sahaja..
Astafighrullahal’adzim
Marilah sama-sama kita taubat sebelum terlambat..
Sesungguhnya Allah maha pengampun, pengasih, penyayang juga penerima taubat..
Posted by Nuraisyah at 9:44 PM 0 comments
Tuesday, March 9, 2010
Menanti Di Barzakh
Album : Halawatul Iman
Munsyid : Far East
http://liriknasyid.com
Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,
Perjalanan Rohku,
Melengkapi Sebuah Kembara,
Singgah Di Rahim Bonda,
Sebelum Menjejak Ke Dunia,
Menanti Di Barzakh,
Sebelum Berangkat Ke Mahsyar,
Diperhitung Amalan, Penentu Syurga Atau Sebaliknya,
Tanah Yang Basah Berwarna Merah,
Semerah Mawar Dan Jugak Rindu,
7 Langkah Pun Baru Berlalu,
Susai Talkin Penanda Syahdu,
Tenang Dan Damai Di Pusaraku,
Nisan Batu Menjadi Tugu,
Namun Tak Siapa Pun Tahu Resah Penantianku,
Terbangkitnya Aku Dari Sebuah Kematian,
Seakan Ku Dengari,Tangis Mereka Yang Ku Tinggalkan,
Kehidupan Disini Bukan Suatu Khayalan x2
Tetapi Ia Sebenar Kejadian x2
Kembali Oh Kembli,
Kembalilah Kedalam Diri,
Sendirian Sendiri,
Sendiri Bertemankan Sepi,
Hanya Kain Putih Yang Membaluti Tubuhku,
Terbujur Dan Kaku,
Jasad Terbujur Didalam Keranda Kayu,
Ajal Yang Datang Dibuka Pintu ,
Tiada Siapa Yang Memberi Tahu,
Tiada Siapa Pun Dapat Hindari,
Tiada Siapa Yang Terkecuali,
Lemah Jemari Nafas Terhenti,
Tidak Tergambar Sakitnya Mati,
Cukup sekali Jasadku Untuk Mengulangi,
Jantung Berdenyut Kencang,
Menantikan Malaikat Datang,
Mengigil Ketakutan Gelap Pekat Dipandangan,
Selama Ini Diceritakan x2
Kini Aku Merasakan x2
Dialam Barzakh Jasad Dikebumikan x2
Ku Merintih,
Aku Menangis,
Ku Meratap,
Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata..
Posted by Nuraisyah at 6:54 AM 0 comments
Saturday, February 27, 2010
Hawa...
Hawa..
Andai engkau masih remaja,
Jadilah anak yang solehah buat ibu bapamu
Andai engkau sudah bersuami,
Jadilah isteri yang meringankan beban suami mu
Andai engkau masih ibu,
Didiklah anakmu sehingga dia tidak gentar memperjuangkan agama Allah
Hawa..
Andai engkau belum berkahwin,
Jangan kau risau jodohmu,
Ingatlah Hawa janji tuhan kita,
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik,
Jangan dimulakan sebuah pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim,
Kerana aku khuatir,
Dari mata jatuh kehati,
Maka lahirnya senyuman,
Maka tercetusnya salam,
Dan sekali gus di susuli dengan pertemuan,
Takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.
Hawa..
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa,
Lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya,
Lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya,
peribadinya dan yang penting agamanya.
Lelaki yang baik juga tidak menginginkan pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut memberi kesempatan kepada syaitan untuk menggodanya.
Kerana dia tahu ape matlamatnya dalam sebuah pertemuan lelaki dan wanita,
Yakni sebuah perkahwinan.
Oleh itu Hawa ..
Jagalah pandanganmu,
awasilah auratmu,
peliharalah akhlakmu,
kuatkan pendirianmu.
Andai ditakdirkan tiada cinta daripada Adam untukmu,
Cukuplah hanya cinta Allah memenuhi dan menyinari kekosongan jiwamu,
Biarlah hanya cinta dari kedua ibu bapamu
Yang memberi hangat kebahagian buat dirimu,
Cukuplah sekadar cinta adik-beradik serta
Keluarga yang membahagiakan dirimu.
Hawa...
Cintailah Allah dikala susah dan senang
Kerana kau akan memperolehi cinta daripada insan yang juga menyintai Allah.
Cintailah kedua ibu bapamu,
Kerana kau akan memperolehi keredhaan Allah.
Cintailah keluargamu,
Kerana kau tak akan jumpa cinta yang bahagia selain dari cinta keluarga.
Janganlah sesekali tangan yang mengoncang dunia juga mengoncang iman lelaki.
Wassalam...
Posted by Nuraisyah at 2:33 AM 0 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)






















